livan73

http://payspree.com/113/livan73

Senin, 25 Oktober 2010

Kerusuhan Mei 1998

From owner-berita@LISTSERV.RNW.NL Mon Jun 8 12:50:52 1998
Date: Mon, 8 Jun 1998 17:40:07 +0100
From: RNW berita list manager
Reply-To: berita-request@RNW.NL

To: BERITA@RNW.NL

Subject: Warta Berita - Radio Nederland, 08 June 1998

* PEMERKOSAAN PEREMPUAN ETNIS CINA DI JAKARTA.

Etnis Cina dan perempuan adalah target paling lemah dan mudah dituju.

Puluhan atau bahkan mungkin ratusan perempuan etnis Cina menjadi korban

pelecehan seksual dan perkosaan yang terjadi ketika rumah-rumah atau

toko-toko mereka dibakar dan dijarah pada tanggal 13 dan 14 Mei dulu di

Jakarta. Begitu biadabnya para pelaku seolah mereka sudah tidak memiliki

rasa perikemanusian sedikitpun.

Para korban, tidak saja dilecehkan atau diperkosa, tapi ada pula yang

dicekik dan dibunuh. Sebagian korban mengalami gangguan jiwa sangat

serius. Mengingat para korban sangat trauma dan ketakutan untuk

mengungkapkan peristiwa yang menimpa mereka, maka para relawan bersikap

pro aktif, dengan mencari para korban, mengunjungi rumah sakit dan

membuka hotline. Sejauh ini, tim sudah mengidentifikasi sekitar 50

kasus.

Setiap harinya, sekitar dua puluh lima perempuan menilpun hotline

tersebut. Berikut sejumlah kasus pelecehan seksual dan perkosaan yang

telah diidentifikasi oleh Divisi Perempuan, yaitu kelompok relawan dari

berbagai LSM yang peduli terhadap nasib korban, dituturkan oleh

koordinatornya Ita Nadia.

Ketika para pegawai pulang naik bis didalam bis, penumpang di pilah-

pilah. Para penumpang Cina disuruh turun, disuruh membuka baju, dan

kemudian disuruh jalan berbaris. Mereka digiring ke padang ilalang

dipinggir jalan dan di pilah-pilah lagi. Yang berparas cantik diperkosa.

Sedangkan yang berparas tidak begitu cantik disuruh berjalan telanjang.

Modus berikutnya, perempuan-perempuan Cina secara ramai-ramai

ditelanjangi dijalan raya, kemudian tubuhnya digerayangi. Kami menemukan

putingnya ada yang sobek dan seluruh badan memar. Ada lagi pegawai bank.

Sebanyak sepuluh orang memasuki bank dan menutup bank tersebut. Para

pegawai Cina disuruh menari-nari dengan telanjang. Kemudian ada tiga

anak gadis dari keluarga Cina miskin yang diperkosa. Mereka berumur 10

sampai delapan belas tahun, diperkosa oleh tujuh orang disebuah tempat

di Jakarta Utara/Barat.

Yang berikutnya adalah sebuah keluarga yang kebetulan kakak perempuan

para korban mengaku kepada Ita Nadia bahwa dua adik perempuannya

diperkosa di lantai tiga rumah mereka oleh tujuh orang pula. Setelah

diperkosa, dua adik perempuan itu didorong ke lantai dua dan satu dimana

api telah berkobar, sehingga dua adik tersebut meninggal. Itu beberapa

kasus. Kasus-kasus lain, mereka biasanya diperkosa, kemudian dicekik.

Tetapi ada juga yang ketika diperkosa, korban kemudian membunuh diri.

Para korban ini tidak hanya diperkosa di vagina tetapi juga di dubur dan

diikuti pula dengan pengrusakan vagina. Itu dilakukan secara sistematis

karena tidak dilakukan oleh orang biasa. Secara politis, saya mau bilang

bahwa ini adalah perbuatan untuk menunjukkan "kalau kamu menuntut

reformasi dan demokrasi, ini adalah bagian yang harus kamu bayar. Dan

bagian yang harus kamu bayar adalah mengorbankan etnis Cina, dalam hal

ini adalah perempuan sebagai target untuk membangun sebuah teror atau

ketakutan di masyarakat untuk mengintimidasi masayarakat. Jadi

dipilihlah etnis Cina dan perempuan dan non muslim karena merekalah yang

paling lemah".

Tim relawan untuk kemanusian Divisi Perempuan sesungguhnya adalah tim

relawan untuk kemanusiaan yang lebih besar, yang dipimpin Romo

Sandyawan. Tim sudah melakukan identifikasi korban-korban kerusuhan yang

jumlahnya mencapai 1333. Sekarang, kami sungguh-sungguh sangat marah

karena perempuan dijadikan target atau obyek untuk mengintimidasi

masyarakat lewat kekerasan seksual. Ini adalah state violence.

RADIO NEDERLAND : Pesan apa yang ingin anda sampaikan kepada korban yang

sampai saat ini belum atau tidak berani mengungkapkan apa yang menimpa

dirinya.

ITA NADIA : Tolong, jangan takut karena membuka kebisuan adalah

membangun kesadaran. Breaking the silence. Para korban bisa langsung

menelpon nomor hotline, yaitu 021-790 2109 atau 021-790 2112. Kami akan

menjaga kerahasiaan baik para korban maupun informan. Sedangkan untuk

masyarakat luar negri, berilah dukungan. Dukungan dalam arti berkampanye

untuk mengutuk perbuatan ini. Bagaimanapun juga, mereka telah

didiskriminasi, secara politik didiskriminasi sebelumnya oleh pemerintah

dan sekarang mereka dikorbankan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner