(1Raj 8:22-23.27-30; Mrk 7:1-13)
“Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?" Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan." (Mrk 7:5-13), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Apa yang disebut adat istiadat memang begitu mengikat erat suku atau bangsa tertentu, sehingga sangat menentukan cara hidup dan cara bertindaknya. Demi atau alasan adat istiadat orang dapat mencelakakan orang lain atau membuat orang lain menderita. Cukup banyak orang lebih mengikuti adat istiadat daripada perintah Allah dalam menentukan hari maupun jam pernikahan anak-anaknya. Maka sabda Yesus yang cukup keras terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri”, kiranya juga terarah kepada kita semua. Dengan kata lain sikap mental Farisi masih hidup dalam diri kita masing-masing, yang nampak dalam cara hidup dan cara bertindak lebih mengikuti adat istiadat daripada perintah Allah. Marilah kita bertobat atau memperbaharui diri: lebih mengutamakan perintah Allah daripada adat istiadat, dengan kata lain jika ada adat istiadat yang sesuai dengan perintah atau kehendak Allah hendaknya kita teguhkan dan perdalam, sedangkan yang bertentangan dengan perintah atau kehendak Allah kita singkirkan atau kesampingkan. Kehendak atau perintah Allah yang utama dan pertama adalah saling mengasihi, maka segala bentuk adat istiadat yang melanggar cintakasih hendaknya disingkirkan, yaitu cara hidup atau cara bertindak yang melecehkan harkat martabat manusia atau melanggar hak asasi manusia. Adat istiadat memang terbatas, hanya berlaku di tempat atau daerah tertentu saja, sedangkan perintah Allah, saling mengasihi berlaku secara universal, dimana saja dan kapan saja.
· “Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini. Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya TUHAN Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan-Mu pada hari ini”(1Raj 8:27-28), demikian kata atau doa Salomo. Tuhan hadir dan berkarya dimana saja dan kapan saja, tak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu; Ia tidak hanya hadir dan berkarya di tempat yang disebut suci seperti gereja, kapel, masjid, pura, dst.. atau tempat-tempat peziarahan. Sebagaimana karya Tuhan tak berbatas, demikian juga perintah utamanya ‘cintakasih’. Untuk mengimani dan menghayati Tuhan yang hidup dan berkarya dimana saja dan kapan saja ini, antara lain hidup dan bertindak dijiwai oleh cintakasih alias saling mengasihi satu sama lain tanpa membedakan SARA, usia, pangkat, kedudukan atau jabatan dan fungsi. Secara sederhana marilah kita imani dan hayati karya Tuhan di tempat tidur kita, di kamar mandi kita, di dapur kita, di tempat kerja/tugas kita, dst.. Kita lihat dan imani apa yang baik, indah, luhur dan mulia di dunia ini sebagai karya Tuhan, entah itu manusia, tanaman, binatang, panorama, dst.. Kami berharap dan mendambakan pada umat beragama, entah agamanya apa, untuk menggalang dan memperdalam persaudaraan atau persahabatan sejati, dengan saling memperdalam penghayatan apa yang sama di antara kita, sama-sama manusia, sama-sama ciptaan Tuhan, sama-sama beriman, dst.. serta ‘mengesampingkan’ perbedaan-perbedaan yang ada. Ketika apa yang sama di antara kita dihayati secara mendalam dan penuh, maka apa yang berbeda akan semakin memperteguh dan memperdalam persaudaraaan sejati.
“Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.”
(Mzm 84:3-5)
Jakarta, 9 Februari 2010
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
Tampilkan postingan dengan label rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rohani. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Maret 2010
Semua orang yang menjamahNya menjadi sembuh
(1Raj 8:1-7.9-13; Mrk 6:53-56)
“Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh” (Mrk 6:53-56), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Sehat atau sakit erat kaitannya dengan beriman atau tidak/kurang beriman. Mereka yang sakit-sakitan pada umumnya kurang beriman alias kurang hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan atau kurang mentaati dan melaksanakan aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusannya. Yang saya maksudkan dengan sakit, tidak hanya sakit tubuh tetapi juga sakit hati, sakit jiwa atau sakit akal budi. Jika kita jujur mawas diri kiranya kita semua sedang menderita sakit, memang ada merasa tidak sakit padahal sakit, ada yang sakit parah dan ada yang sakit ringan. Maka jika mendambakan sehat, marilah ‘menjamah jumbai jubah Yesus’, artinya secara konkret pelan-pelan melaksanakan kembali aneka tatanan atau aturan yang telah kita abaikan atau lupakan. Dalam hal makan dan minum ada pedoman ‘empat sehat lima sempurna’, maka marilah kita mengkonsumsi makanan atau minuman sesuai dengan pedoman tersebut. Terkait dengan kesehatan tubuh ada saran atau nasihat untuk berolahraga teratur, tidur/istirahat teratur dan secukupnya. Berhubungan dengan hidup beragama dalam masing-masing agama ada aneka aturan atau tatanan yang harus dilaksanakan, misalnya berdoa setiap hari atau dalam berbagai kepentingan terkait dengan tugas dan pekerjaan masing-masing. Berhubungan dengan hidup terpanggil, entah menjadi suami-isteri, imam, bruder atau suster, ada janji-janji serta aneka kewajiban yang mengikuti janji-janji tersebut, sebagaimana tertulis dalam pedoman hidup, konstitusi atau anggaran dasar; maka jika kita mendambakan hidup terpanggil yang sehat dan bahagia, hendaknya mentaati dan melaksanakan sepenuhnya janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita dalam keadaan sehat, segar bugar dan damai sejahtera, maka akan banyak orang datang kepada kita untuk minta tolong, dan hendaknya ditanggapi dengan positif semua permintaan tersebut.
· “Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir”(1Raj 8:9). Loh-loh batu bertuliskan perjanjian antara Tuhan dengan umat Israel diterima dalam perjalanan menuju tanah terjanji. Pengalaman bangsa terpilih ini kiranya juga dapat kita alami dalam perjalanan hidup, panggilan dan tugas pengutusan kita. Jika kita mendambakan sukses atau berhasil dalam hidup, panggilan dan tugas pengutusan, marilah kita dengarkan dan laksanakan sentuhan-sentuhan atau sapaan-sapaan Tuhan melalui seluruh ciptaanNya, terutama dalam diri sesama manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citraNya, dalam perjalanan melaksanakan tugas pekerjaan atau menghayati panggilan. Marilah kita buka telinga hati, budi, jiwa dan tubuh kita terhadap aneka saran, kritik, pujian, sindiran, petunjuk dst..dari saudara-saudari kita; kita dengarkan dan laksanakan semuanya itu demi kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan kita. Marilah kita perdalam dan teguhkan keutamaan ‘mendengarkan’ selama menghayati panggilan dan melaksanakan tugas pekerjaan sehari-hari. Kita dengarkan dengan baik dan rendah hati semua yang ‘mendatangi’ kita, kemudian kita pilah dan pilih apa yang mungkin dapat segera kita lakukan serta menyelamatkan dan membahagiakan diri kita sendiri maupun sesama kita. Sebagai ‘pendengar’ yang baik sering juga dapat menyembuhkan mereka yang sedang sakit, misalnya sakit hati. Dengarkan dengan baik keluh kesah, kemarahan, gerutu, kegelisahan, ketidak-puasan dari saudara kita yang sedang sakit hati; percayalah jika kita dapat mendengarkan dengan baik pasti mengurangsi sakit mereka atau menyembuhkannya. Sebaliknya kepada mereka yang sedang sakit hati kami harapkan untuk membuka diri terhadap siapa yang dapat dipercaya dan dapat mendengarkan dengan baik.
"Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya." Bangunlah, ya TUHAN, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi” (Mzm 132: 7-9)
Jakarta, 8 Februari 2010. Tulisan kemarin, buka: www.ekaristi.org,
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
“Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh” (Mrk 6:53-56), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Sehat atau sakit erat kaitannya dengan beriman atau tidak/kurang beriman. Mereka yang sakit-sakitan pada umumnya kurang beriman alias kurang hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan atau kurang mentaati dan melaksanakan aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusannya. Yang saya maksudkan dengan sakit, tidak hanya sakit tubuh tetapi juga sakit hati, sakit jiwa atau sakit akal budi. Jika kita jujur mawas diri kiranya kita semua sedang menderita sakit, memang ada merasa tidak sakit padahal sakit, ada yang sakit parah dan ada yang sakit ringan. Maka jika mendambakan sehat, marilah ‘menjamah jumbai jubah Yesus’, artinya secara konkret pelan-pelan melaksanakan kembali aneka tatanan atau aturan yang telah kita abaikan atau lupakan. Dalam hal makan dan minum ada pedoman ‘empat sehat lima sempurna’, maka marilah kita mengkonsumsi makanan atau minuman sesuai dengan pedoman tersebut. Terkait dengan kesehatan tubuh ada saran atau nasihat untuk berolahraga teratur, tidur/istirahat teratur dan secukupnya. Berhubungan dengan hidup beragama dalam masing-masing agama ada aneka aturan atau tatanan yang harus dilaksanakan, misalnya berdoa setiap hari atau dalam berbagai kepentingan terkait dengan tugas dan pekerjaan masing-masing. Berhubungan dengan hidup terpanggil, entah menjadi suami-isteri, imam, bruder atau suster, ada janji-janji serta aneka kewajiban yang mengikuti janji-janji tersebut, sebagaimana tertulis dalam pedoman hidup, konstitusi atau anggaran dasar; maka jika kita mendambakan hidup terpanggil yang sehat dan bahagia, hendaknya mentaati dan melaksanakan sepenuhnya janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita dalam keadaan sehat, segar bugar dan damai sejahtera, maka akan banyak orang datang kepada kita untuk minta tolong, dan hendaknya ditanggapi dengan positif semua permintaan tersebut.
· “Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir”(1Raj 8:9). Loh-loh batu bertuliskan perjanjian antara Tuhan dengan umat Israel diterima dalam perjalanan menuju tanah terjanji. Pengalaman bangsa terpilih ini kiranya juga dapat kita alami dalam perjalanan hidup, panggilan dan tugas pengutusan kita. Jika kita mendambakan sukses atau berhasil dalam hidup, panggilan dan tugas pengutusan, marilah kita dengarkan dan laksanakan sentuhan-sentuhan atau sapaan-sapaan Tuhan melalui seluruh ciptaanNya, terutama dalam diri sesama manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citraNya, dalam perjalanan melaksanakan tugas pekerjaan atau menghayati panggilan. Marilah kita buka telinga hati, budi, jiwa dan tubuh kita terhadap aneka saran, kritik, pujian, sindiran, petunjuk dst..dari saudara-saudari kita; kita dengarkan dan laksanakan semuanya itu demi kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan kita. Marilah kita perdalam dan teguhkan keutamaan ‘mendengarkan’ selama menghayati panggilan dan melaksanakan tugas pekerjaan sehari-hari. Kita dengarkan dengan baik dan rendah hati semua yang ‘mendatangi’ kita, kemudian kita pilah dan pilih apa yang mungkin dapat segera kita lakukan serta menyelamatkan dan membahagiakan diri kita sendiri maupun sesama kita. Sebagai ‘pendengar’ yang baik sering juga dapat menyembuhkan mereka yang sedang sakit, misalnya sakit hati. Dengarkan dengan baik keluh kesah, kemarahan, gerutu, kegelisahan, ketidak-puasan dari saudara kita yang sedang sakit hati; percayalah jika kita dapat mendengarkan dengan baik pasti mengurangsi sakit mereka atau menyembuhkannya. Sebaliknya kepada mereka yang sedang sakit hati kami harapkan untuk membuka diri terhadap siapa yang dapat dipercaya dan dapat mendengarkan dengan baik.
"Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya." Bangunlah, ya TUHAN, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi” (Mzm 132: 7-9)
Jakarta, 8 Februari 2010. Tulisan kemarin, buka: www.ekaristi.org,
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
Kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit
(2Mak 7:1a.20-23.27-29; Luk 12:4-9)
“Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.”(Luk 12:4-9),demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Paulus Miki, imam dan kawan-kawannya, martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Martir adalah pembela iman, yang berani mati demi imannya; itulah yang dialami oleh Paulus Miki dan kawan-kawannya di Jepang. Dambaan atau kerinduan seorang martir adalah keselamatan jiwanya. Pada masa kini kiranya jarang terjadi umat beriman mati karena imannya. Sebagaimana umat beriman kita mimiliki tugas menghayati jiwa kemartiran, maka marilah kita mawas diri sejauh mana kita setia pada panggilan untuk menjadi ‘martir’ masa kini. Kesetiaan pada iman, yang berarti hidup baik dan berbudi pekerti luhur, merupakan panggilan hidup kita masa kini. Marilah dalam cara hidup dan cara bertindak kita berpedoman pada motto ini: “jiwa lebih penting daripada tubuh, tubuh lebih penting daripada makanan dan pakaian, tubuh kita alias manusia lebih penting daripada binatang maupun tumbuh-tumbuhan serta barang atau harta benda”. Kami juga berharap kepada kita semua untuk tidak malu dan tidak takut mengakui dan menghayati jati diri yang benar, misalnya sebagai umat beragama berani mengakui agamanya serta menghayati ajaran utama dari agamanya dengan setia. Jiwa kemartiran masa kini juga dapat dihayati dengan setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing: suami-isteri setia saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati, yang terpanggil menjadi imam, bruder atau suster setia menghayati panggilannya sampai mati. Hidup jujur dan tidak korupsi pada masa kini hemat saya juga merupakan bentuk penghayatan jiwa kemartiran, maka kami berharap para pegawai, pejabat, pemimpin dst.. untuk hidup jujur dan tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun.
· "Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandungku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing! Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belas kasihan-Nya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada kamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya.”(2 Mak 2:22-23), demikian kata seorang ibu kepada anak-anaknya yang akan dihukum mati karena setia pada iman kepercayaan mereka. Ungkapan kata-kata yang sungguh mulia dan dijiwai penyerahan diri total pada Penyelenggaraan Ilahi. Apa yang dikatakan oleh seorang ibu di atas kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi para ibu. “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”, demikian syair sebuah lagu yang menggambarkan kasih ibu kepada anak-anaknya. Cinta kasih itu bebas dan membebaskan yang dicintai, maka kami mengingatkan dan berharap pada para ibu: hendaknya kasih ibu kepada anak-anak sungguh membebaskan anak-anak, jauhkan sikap mental feodal dari anda para ibu. Kami berharap anak-anak sungguh dididik dan didampingi dengan semangat cintakasih dan kebebasan Injili, tidak didikte terus menerus. Hendaknya mendampingi dan mendidik anak dengan motto bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantoro, yaitu “ing arso asung tulodho, ing madyo ambangun karso, tut wuri handayani” (keleladanan, pemberdayaan dan motivasi). Keteladanan dan pemberdayaan rasanya pada masa kini kurang memperoleh perhatian yang memadai dalam dunia pendidikan, entah di dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat. Menjadi teladan yang bebas merdeka sejati, alias lepas bebas dari aneka keterikatan yang tak teratur, pada masa kini juga merupakan bentuk penghayatan kemartiran hidup beriman.
“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta”(Mzm 119:9-14).
Jakarta, 6 Februari 2010
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
“Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.”(Luk 12:4-9),demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Paulus Miki, imam dan kawan-kawannya, martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Martir adalah pembela iman, yang berani mati demi imannya; itulah yang dialami oleh Paulus Miki dan kawan-kawannya di Jepang. Dambaan atau kerinduan seorang martir adalah keselamatan jiwanya. Pada masa kini kiranya jarang terjadi umat beriman mati karena imannya. Sebagaimana umat beriman kita mimiliki tugas menghayati jiwa kemartiran, maka marilah kita mawas diri sejauh mana kita setia pada panggilan untuk menjadi ‘martir’ masa kini. Kesetiaan pada iman, yang berarti hidup baik dan berbudi pekerti luhur, merupakan panggilan hidup kita masa kini. Marilah dalam cara hidup dan cara bertindak kita berpedoman pada motto ini: “jiwa lebih penting daripada tubuh, tubuh lebih penting daripada makanan dan pakaian, tubuh kita alias manusia lebih penting daripada binatang maupun tumbuh-tumbuhan serta barang atau harta benda”. Kami juga berharap kepada kita semua untuk tidak malu dan tidak takut mengakui dan menghayati jati diri yang benar, misalnya sebagai umat beragama berani mengakui agamanya serta menghayati ajaran utama dari agamanya dengan setia. Jiwa kemartiran masa kini juga dapat dihayati dengan setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing: suami-isteri setia saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati, yang terpanggil menjadi imam, bruder atau suster setia menghayati panggilannya sampai mati. Hidup jujur dan tidak korupsi pada masa kini hemat saya juga merupakan bentuk penghayatan jiwa kemartiran, maka kami berharap para pegawai, pejabat, pemimpin dst.. untuk hidup jujur dan tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun.
· "Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandungku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing! Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belas kasihan-Nya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada kamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya.”(2 Mak 2:22-23), demikian kata seorang ibu kepada anak-anaknya yang akan dihukum mati karena setia pada iman kepercayaan mereka. Ungkapan kata-kata yang sungguh mulia dan dijiwai penyerahan diri total pada Penyelenggaraan Ilahi. Apa yang dikatakan oleh seorang ibu di atas kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi para ibu. “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”, demikian syair sebuah lagu yang menggambarkan kasih ibu kepada anak-anaknya. Cinta kasih itu bebas dan membebaskan yang dicintai, maka kami mengingatkan dan berharap pada para ibu: hendaknya kasih ibu kepada anak-anak sungguh membebaskan anak-anak, jauhkan sikap mental feodal dari anda para ibu. Kami berharap anak-anak sungguh dididik dan didampingi dengan semangat cintakasih dan kebebasan Injili, tidak didikte terus menerus. Hendaknya mendampingi dan mendidik anak dengan motto bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantoro, yaitu “ing arso asung tulodho, ing madyo ambangun karso, tut wuri handayani” (keleladanan, pemberdayaan dan motivasi). Keteladanan dan pemberdayaan rasanya pada masa kini kurang memperoleh perhatian yang memadai dalam dunia pendidikan, entah di dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat. Menjadi teladan yang bebas merdeka sejati, alias lepas bebas dari aneka keterikatan yang tak teratur, pada masa kini juga merupakan bentuk penghayatan kemartiran hidup beriman.
“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta”(Mzm 119:9-14).
Jakarta, 6 Februari 2010
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!
(Sir 47:2-11; Mrk 6:14-29)
“Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.”(Mrk 6:14-20), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Agatha, perawan dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· “Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istananya. Ia menghendaki Agatha melakukan dosa melanggar kesuciannya, tetapi Agatha seorang gadis pemberani dan pantang menyerah. “Yesus Kristus, Tuhanku,” ia berdoa, “Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku sepenuhnya adalah milik-Mu. Selamatkanlah aku dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk menang atas kejahatan.”(www.indocell.net/yesaya). Gadis cantik memang sering menjadi godaan bagi mereka yang berkuasa dan memiliki banyak kekayaan, seperti Herodes yang merebut isteri saudaranya atau gubernur yang merayu Agatha. Yohanes Pembaptis yang menegor Herodes dan Herodias akhirnya menjadi korban, martir, demikian juga Agatha yang mempertahankan keperawanan atau kesuciannya. Hidup suci maupun membela kesucian hidup, panggilan dan tugas pengutusan pada masa kini kiranya merupakan salah satu bentuk kemartiran yang layak kita hayati dan sebarluaskan. Pertama-tama kami mengingatkan generasi muda atau muda-mudi, hendaknya tidak tergoda melanggar kesucian hidup dengan melakukan hubungan seks bebas. Kami juga mengingatkan rekan-rekan laki-laki untuk ikut menjaga kesucian atau kemurnian remaja putri, gadis-gadis maupun hidup berkeluarga, jauhkan perbuatan selingkuh.
· “Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalun-talun di tempat kudus-Nya.Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Iapun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia” (Sir 47:10-11), demikian pujian yang dikenakan pada raja Daud. Kutipan di atas ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi siapapun yang merasa berkuasa, menjadi pemimpin atau atasan di tingkat manapun dan bidang apapun. Pertanyaannya adalah apakah mereka yang dipimpin, menjadi bawahan atau anggotanya ‘memuji-muji Nama Tuhan yang kudus’, artinya tidak melakukan kejahatan, tidak korupsi dst.. melainkan hidup baik dan berbudi pekerti luhur. Memang untuk itu sebagai pemimpin atau atasan hendaknya dapat menjadi teladan, dan jangan berbuat jahat seperti Herodes yang merebut isteri orang lain atau gubernur yang merayu Agatha, melainkan setia pada panggilan dan tugas pengutusan alias memiliki nama baik yang tak dapat diragukan. Pemimpin atau atasan hendaknya unggul dalam hal keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan, sehingga menghayati kepemimpinan atau fungsi dan jabatan dengan semangat melayani, bukan menguasai. Gaya hidup sederhana rasanya merupakan pasangan dari unggul dalam keutamaan atau nilai, maka kami harapkan para pemimpin atau atasan dapat menjadi teladan dalam hal kesederhanaan dalam hidup, jauhkan aneka bentuk kemewahan, pesta pora maupun keserakahan.
“Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya… TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku”
(Mzm 18:31.47)
Jakarta, 5 Februari 2010
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
“Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.”(Mrk 6:14-20), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Agatha, perawan dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· “Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istananya. Ia menghendaki Agatha melakukan dosa melanggar kesuciannya, tetapi Agatha seorang gadis pemberani dan pantang menyerah. “Yesus Kristus, Tuhanku,” ia berdoa, “Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku sepenuhnya adalah milik-Mu. Selamatkanlah aku dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk menang atas kejahatan.”(www.indocell.net/yesaya). Gadis cantik memang sering menjadi godaan bagi mereka yang berkuasa dan memiliki banyak kekayaan, seperti Herodes yang merebut isteri saudaranya atau gubernur yang merayu Agatha. Yohanes Pembaptis yang menegor Herodes dan Herodias akhirnya menjadi korban, martir, demikian juga Agatha yang mempertahankan keperawanan atau kesuciannya. Hidup suci maupun membela kesucian hidup, panggilan dan tugas pengutusan pada masa kini kiranya merupakan salah satu bentuk kemartiran yang layak kita hayati dan sebarluaskan. Pertama-tama kami mengingatkan generasi muda atau muda-mudi, hendaknya tidak tergoda melanggar kesucian hidup dengan melakukan hubungan seks bebas. Kami juga mengingatkan rekan-rekan laki-laki untuk ikut menjaga kesucian atau kemurnian remaja putri, gadis-gadis maupun hidup berkeluarga, jauhkan perbuatan selingkuh.
· “Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalun-talun di tempat kudus-Nya.Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Iapun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia” (Sir 47:10-11), demikian pujian yang dikenakan pada raja Daud. Kutipan di atas ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi siapapun yang merasa berkuasa, menjadi pemimpin atau atasan di tingkat manapun dan bidang apapun. Pertanyaannya adalah apakah mereka yang dipimpin, menjadi bawahan atau anggotanya ‘memuji-muji Nama Tuhan yang kudus’, artinya tidak melakukan kejahatan, tidak korupsi dst.. melainkan hidup baik dan berbudi pekerti luhur. Memang untuk itu sebagai pemimpin atau atasan hendaknya dapat menjadi teladan, dan jangan berbuat jahat seperti Herodes yang merebut isteri orang lain atau gubernur yang merayu Agatha, melainkan setia pada panggilan dan tugas pengutusan alias memiliki nama baik yang tak dapat diragukan. Pemimpin atau atasan hendaknya unggul dalam hal keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan, sehingga menghayati kepemimpinan atau fungsi dan jabatan dengan semangat melayani, bukan menguasai. Gaya hidup sederhana rasanya merupakan pasangan dari unggul dalam keutamaan atau nilai, maka kami harapkan para pemimpin atau atasan dapat menjadi teladan dalam hal kesederhanaan dalam hidup, jauhkan aneka bentuk kemewahan, pesta pora maupun keserakahan.
“Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya… TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku”
(Mzm 18:31.47)
Jakarta, 5 Februari 2010
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
(2Sam 15:13-14,30; 16:5-13a; Mrk 5:1-20)
“Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" (Mrk 5:1-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Roh jahat atau setan menguasai banyak orang di dunia ini, sehingga cukup banyak orang bertindak jahat, seperti korupsi yang sungguh membuat penderitaan banyak orang. Korupsi memang sulit diberantas, apalagi ketika embrio korupsi dibiarkan terus tumbuh. Yang saya maksudkan dengan embriyo korupsi antara lain kebiasaan ‘menyontek’ di sekolah-sekolah. Memang hanya dengan bersatu dan bersama Tuhan kita mampu mengalahkan roh jahat atau setan, termasuk secara khusus memberantas korupsi yang masih marak di sana-sini, juga mengadakan gerakan preventif dengan memberlakukan ‘dilarang menyontek’ di sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi. Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita akan berani bertindak tegas, meneladan Yesus, dalam mengusir setan atau memberantas korupsi :”Hai engkau koruptor, enyahlah dari sini”. Dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua: ketika di tempat kerja atau tugas kita ada tatanan atau aturan yang merangsang untuk bertindak jahat atau korupsi, hendaknya segera diluruskan atau dibereskan. Ketika ada rekan kerja atau rekan belajar melakukan korupsi atau menyontek sekecil apapun hendaknya kita tegor dan peringatkan untuk tidak melakukan lagi. Keberanian untuk menegor, memberantas dan mengingatkan, memang mengandaikan kita sendiri berbudi pekerti luhur, antara lain hidup dengan jujur dimanapun dan kapanpun. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 17).
· "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian. Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini." (2Sam 16:11-12), demikian kata Daud kepada Abisai. Dengan jujur Daud menyadari dan menghayati dirinya sebagai yang telah berdosa serta berharap pada kemurahan hati Tuhan. Kejujuran Daud ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi para petinggi, pejabat atau pemimpin yang telah berdosa, antara lain melakukan korupsi. Masyarakat umum atau rakyat tahu berapa upah atau gaji resmi dari para petinggi, pejabat atau pemimpin; mereka juga tahu bahwa sebagian besar kekayaan atau harta yang dimiliki beberapa pejabat, petinggi atau pemimpin diperoleh diluar gaji/upah resmi alias melalui korupsi terstruktur. Belum lama ini diramaikan pembicaraan harga mobil para menteri yang sangat mahal, lebih mahal daripada harga mobil yang dipakai oleh para menteri di negara-negara yang cukup kaya. Rasanya kebijakan pembelian mobil tersebut pasti ada ketidak-jujuran. Maka dengan ini kami mengharapkan kepada para petinggi, pejabat atau memimpin, yang telah menerima imbal jasa yang tidak halal atau tidak benar, dengan rendah hati dan jujur mengakui kesalahan yang telah dibuatnya. Kami berharap para petinggi, pejabat atau pemimpin dapat menjadi teladan hidup sederhana, sehingga tidak tergoda untuk melakukan korupsi atau memperkaya diri dengan mengkomersialisasikan jabatan atau fungsinya.
“Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus” (Mzm 3:2-5)
Jakarta, 1 Februari 2010
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
“Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" (Mrk 5:1-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Roh jahat atau setan menguasai banyak orang di dunia ini, sehingga cukup banyak orang bertindak jahat, seperti korupsi yang sungguh membuat penderitaan banyak orang. Korupsi memang sulit diberantas, apalagi ketika embrio korupsi dibiarkan terus tumbuh. Yang saya maksudkan dengan embriyo korupsi antara lain kebiasaan ‘menyontek’ di sekolah-sekolah. Memang hanya dengan bersatu dan bersama Tuhan kita mampu mengalahkan roh jahat atau setan, termasuk secara khusus memberantas korupsi yang masih marak di sana-sini, juga mengadakan gerakan preventif dengan memberlakukan ‘dilarang menyontek’ di sekolah-sekolah atau perguruan-perguruan tinggi. Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita akan berani bertindak tegas, meneladan Yesus, dalam mengusir setan atau memberantas korupsi :”Hai engkau koruptor, enyahlah dari sini”. Dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua: ketika di tempat kerja atau tugas kita ada tatanan atau aturan yang merangsang untuk bertindak jahat atau korupsi, hendaknya segera diluruskan atau dibereskan. Ketika ada rekan kerja atau rekan belajar melakukan korupsi atau menyontek sekecil apapun hendaknya kita tegor dan peringatkan untuk tidak melakukan lagi. Keberanian untuk menegor, memberantas dan mengingatkan, memang mengandaikan kita sendiri berbudi pekerti luhur, antara lain hidup dengan jujur dimanapun dan kapanpun. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 17).
· "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian. Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini." (2Sam 16:11-12), demikian kata Daud kepada Abisai. Dengan jujur Daud menyadari dan menghayati dirinya sebagai yang telah berdosa serta berharap pada kemurahan hati Tuhan. Kejujuran Daud ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi para petinggi, pejabat atau pemimpin yang telah berdosa, antara lain melakukan korupsi. Masyarakat umum atau rakyat tahu berapa upah atau gaji resmi dari para petinggi, pejabat atau pemimpin; mereka juga tahu bahwa sebagian besar kekayaan atau harta yang dimiliki beberapa pejabat, petinggi atau pemimpin diperoleh diluar gaji/upah resmi alias melalui korupsi terstruktur. Belum lama ini diramaikan pembicaraan harga mobil para menteri yang sangat mahal, lebih mahal daripada harga mobil yang dipakai oleh para menteri di negara-negara yang cukup kaya. Rasanya kebijakan pembelian mobil tersebut pasti ada ketidak-jujuran. Maka dengan ini kami mengharapkan kepada para petinggi, pejabat atau memimpin, yang telah menerima imbal jasa yang tidak halal atau tidak benar, dengan rendah hati dan jujur mengakui kesalahan yang telah dibuatnya. Kami berharap para petinggi, pejabat atau pemimpin dapat menjadi teladan hidup sederhana, sehingga tidak tergoda untuk melakukan korupsi atau memperkaya diri dengan mengkomersialisasikan jabatan atau fungsinya.
“Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus” (Mzm 3:2-5)
Jakarta, 1 Februari 2010
--
Milis STM Strada - Strada@googlegroups.com
Sabtu, 27 Februari 2010
Tiga Tanda Kiamat Yang Harus Diantisipasi Dewasa Ini
Ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.
Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.
Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi dimana hampir segenap tanda-tanda kecil Kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua. Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat berikut ini:
* Dan perceraian banyak terjadi ويكثر الطلاق
* Dan banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba) و الموت الفجاء
* Dan banyak mushaf diberi hiasan (ornamen) و حلية المصاحف
* Dan masjid-masjid dibangun megah-megah و زخرفت المساجد
* Dan berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak و نقضت العهود
* Dan berbagai peralatan musik dimainkan و استعملت المأزف
* Dan berbagai jenis khamr diminum manusia و شربت الخمور
* Dan perzinaan dilakukan terang-terangan و فخش الزنا
* Dan para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan) و اؤتمن الخائن
* Dan orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris) و خون الأمين
* Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan) ظهور القلم
* Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan تتقارب الأسواق
* Penumpahan darah dianggap ringan استخفاف بالدم
* Makan riba أكل الربا
Jadi kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. Laa haula wa laa quwwata illa billah....
Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ
وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا
“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.
Berarti kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kitapun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi. Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ
“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)
Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).Beliau akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullahdari ujung paling timur hingga ujung paling barat.
Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.
تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ
ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ
“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)
Lalu kapan Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.
Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.
" ينزل عيسى بن مريم ، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا ،
فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض ، تكرمة الله لهذه الأمة " .
"Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: "Mari pimpin sholat kami." Berkata Isa ’alihis-salaam: "Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini." (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)
Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.
Sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/tiga-tanda-kiamat-yang-harus-diantisipasi-dewasa-ini.htm
Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.
Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi dimana hampir segenap tanda-tanda kecil Kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua. Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat berikut ini:
* Dan perceraian banyak terjadi ويكثر الطلاق
* Dan banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba) و الموت الفجاء
* Dan banyak mushaf diberi hiasan (ornamen) و حلية المصاحف
* Dan masjid-masjid dibangun megah-megah و زخرفت المساجد
* Dan berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak و نقضت العهود
* Dan berbagai peralatan musik dimainkan و استعملت المأزف
* Dan berbagai jenis khamr diminum manusia و شربت الخمور
* Dan perzinaan dilakukan terang-terangan و فخش الزنا
* Dan para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan) و اؤتمن الخائن
* Dan orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris) و خون الأمين
* Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan) ظهور القلم
* Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan تتقارب الأسواق
* Penumpahan darah dianggap ringan استخفاف بالدم
* Makan riba أكل الربا
Jadi kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. Laa haula wa laa quwwata illa billah....
Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ
وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا
“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.
Berarti kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kitapun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi. Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ
“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)
Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).Beliau akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullahdari ujung paling timur hingga ujung paling barat.
Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.
تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ
ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ
“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)
Lalu kapan Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.
Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.
" ينزل عيسى بن مريم ، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا ،
فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض ، تكرمة الله لهذه الأمة " .
"Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: "Mari pimpin sholat kami." Berkata Isa ’alihis-salaam: "Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini." (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)
Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.
Sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/tiga-tanda-kiamat-yang-harus-diantisipasi-dewasa-ini.htm
Rabu, 24 Februari 2010
MAKNA SURAT AL FATIHAH
Pembaca blog yang budiman, surat Al Fatihah dikenal sebagai intisari Al Qur’an , karena itu pada saat melaksanakan sholat, surat Al Fatihah harus dibacakan dalam setiap rakaat…
Dalam pengalaman saya sebagai penyembuh spiritual selama sekitar 30 tahun, ternyata semua pasien saya yang terserang berbagai penyakit, baik itu medis maupun non medis, semuanya tidak tahu arti dan makna dari Al Fatihah …
Hampir semuanya hanya hapal bahasa arabnya tapi tidak tahu artinya…
Memang sebagian kecil ada yang tahu artinya, tapi hanya sebagian kecil dari ayat nya saja….
Dari pengalaman ini, saya berkesimpulan bahwa kalau mau hidup selamat, terbebas dari berbagai penyakit dan masalah, setiap orang yang mengaku beragama Islam, mutlak harus memahami dengan baik dan benar makna dari Surat Al Fatihah…
Karena itu saya tayangkan cuplikan Tadabbur Al Fatihah dari weblog Tadabbur Qur.an milik Ustadz Fadhilza untuk memahami makna Surat Al Fatihah secara baik dan benar…
( Pak Fadhilza,… saya minta izin ya, menyebar luaskan Tadabbur Al Fatihah milik bapak…)
INILAH ARTI/MAKNA DARI SURAT AL FATIHAH:
Ayat 1: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
Rasakan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita semua, bayangkan semua nikmat yang telah kita terima dariNya. Nikmat udara yang kita hirup, nikmat penglihatan, nikmat pendengaran, nikmat sehat. Apakah kita sudah berterima kasih padaNya??. Rasakan kasih sayang dan sifatnya yang maha pengasih serta pemurah. Rasakan getaran dihati anda, hingga timbul dorongan untuk menangis. Silahkan menangis jika dorongan itu memang kuat. Jangan tahan tangisan anda.
Ayat 2: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”
Rasakan betapa mulianya Allah, betapa Agungnya Dia , hanya Dialah yang berhak dipuji. Dialah Tuhan penguasa Alam semesta yang maha mulia dan Maha terpuji. Rasakan betapa hina dan tidak berartinya kita dihadapan Dia. Lenyapkan semua kesombongan diri dihadapaNya. Rasakan getaran yang dahsyat didada anda…
Ayat 3: “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Rasakan seperti pada ayat pertama
Ayat 4: “Yang menguasai hari pembalasan”
Bayangkan seolah olah anda berada dihapan Allah di padang Mahsyar kelak. Dia lah penguasa tunggal dihari itu. Bagaimana keadaan anda dihari itu? Rasakan dan hayati ayat tadabbur yang anda dengar. Biarkan airmata anda mengalir . Menangislah dihadapan Allah pada hari ini , disaat pintu taubat masih terbuka. Jangan sampai anda menangis kelak dihari berbangkit ketika pintu taubat telah tertutup
Ayat 5: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”
Inilah pengakuan anda bahwa hanya Dia yang anda sembah, dan hanya padaNya anda mohon pertolongan. Buatlah pengakuan dengan tulus dan iklas.
Ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
Mohonlah padanya agar ditunjuki jalan yang lurus. Jalan yang penuh dengan rahmat dan berkahNya. Dengarkan dan hayati kalimat tadabbur yang anda dengar
Ayat 7: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.
Bayangkan jalan orang orang yang telah mendapat nikmat , kebahagian dan kesuksesan sebagai karunia dari sisinya. Berharaplah untuk mendapat kebahagian seperti orang itu.
Bayangkan pula jalan orang orang yang mendapat murka dan azabnya
Bayangkan pula jalan yang ditempuh orang yang sesat mohon agar dijauhkan dari jalan itu.
Jika anda orang yang berhati peka pasti anda akan menangis, mendengar bacaan tadabbur ini. Jika anda belum merasakan getaran apapun dihati anda. Ulangi terus tadabbur ini. Gunung saja akan hancur mendengar ayat Qur’an , hati anda tidak sebesar gunung bukan? Mudah mudahan Allah tidak mengunci mati hati anda ..
Dalam pengalaman saya sebagai penyembuh spiritual selama sekitar 30 tahun, ternyata semua pasien saya yang terserang berbagai penyakit, baik itu medis maupun non medis, semuanya tidak tahu arti dan makna dari Al Fatihah …
Hampir semuanya hanya hapal bahasa arabnya tapi tidak tahu artinya…
Memang sebagian kecil ada yang tahu artinya, tapi hanya sebagian kecil dari ayat nya saja….
Dari pengalaman ini, saya berkesimpulan bahwa kalau mau hidup selamat, terbebas dari berbagai penyakit dan masalah, setiap orang yang mengaku beragama Islam, mutlak harus memahami dengan baik dan benar makna dari Surat Al Fatihah…
Karena itu saya tayangkan cuplikan Tadabbur Al Fatihah dari weblog Tadabbur Qur.an milik Ustadz Fadhilza untuk memahami makna Surat Al Fatihah secara baik dan benar…
( Pak Fadhilza,… saya minta izin ya, menyebar luaskan Tadabbur Al Fatihah milik bapak…)
INILAH ARTI/MAKNA DARI SURAT AL FATIHAH:
Ayat 1: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
Rasakan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita semua, bayangkan semua nikmat yang telah kita terima dariNya. Nikmat udara yang kita hirup, nikmat penglihatan, nikmat pendengaran, nikmat sehat. Apakah kita sudah berterima kasih padaNya??. Rasakan kasih sayang dan sifatnya yang maha pengasih serta pemurah. Rasakan getaran dihati anda, hingga timbul dorongan untuk menangis. Silahkan menangis jika dorongan itu memang kuat. Jangan tahan tangisan anda.
Ayat 2: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”
Rasakan betapa mulianya Allah, betapa Agungnya Dia , hanya Dialah yang berhak dipuji. Dialah Tuhan penguasa Alam semesta yang maha mulia dan Maha terpuji. Rasakan betapa hina dan tidak berartinya kita dihadapan Dia. Lenyapkan semua kesombongan diri dihadapaNya. Rasakan getaran yang dahsyat didada anda…
Ayat 3: “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Rasakan seperti pada ayat pertama
Ayat 4: “Yang menguasai hari pembalasan”
Bayangkan seolah olah anda berada dihapan Allah di padang Mahsyar kelak. Dia lah penguasa tunggal dihari itu. Bagaimana keadaan anda dihari itu? Rasakan dan hayati ayat tadabbur yang anda dengar. Biarkan airmata anda mengalir . Menangislah dihadapan Allah pada hari ini , disaat pintu taubat masih terbuka. Jangan sampai anda menangis kelak dihari berbangkit ketika pintu taubat telah tertutup
Ayat 5: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”
Inilah pengakuan anda bahwa hanya Dia yang anda sembah, dan hanya padaNya anda mohon pertolongan. Buatlah pengakuan dengan tulus dan iklas.
Ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
Mohonlah padanya agar ditunjuki jalan yang lurus. Jalan yang penuh dengan rahmat dan berkahNya. Dengarkan dan hayati kalimat tadabbur yang anda dengar
Ayat 7: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.
Bayangkan jalan orang orang yang telah mendapat nikmat , kebahagian dan kesuksesan sebagai karunia dari sisinya. Berharaplah untuk mendapat kebahagian seperti orang itu.
Bayangkan pula jalan orang orang yang mendapat murka dan azabnya
Bayangkan pula jalan yang ditempuh orang yang sesat mohon agar dijauhkan dari jalan itu.
Jika anda orang yang berhati peka pasti anda akan menangis, mendengar bacaan tadabbur ini. Jika anda belum merasakan getaran apapun dihati anda. Ulangi terus tadabbur ini. Gunung saja akan hancur mendengar ayat Qur’an , hati anda tidak sebesar gunung bukan? Mudah mudahan Allah tidak mengunci mati hati anda ..
Langganan:
Postingan (Atom)



